Sunday, April 27, 2014

Pria Masa Depanku

Pria masa depanku, boleh kah kiranya aku sedikit berkhayal tentangmu sambil menikmati sore dan secangkir starbucks favoritku? Ah pertanyaan bodoh. Aku bahkan tak tau siapa kamu.
Sayang, siapapun engkau nanti aku harap kau bisa selalu membawa senyum dalam bibirku. Kau dapat memahami semua sikapku. Mengerti keseharianku dan keinginanku. Pria yang takkan pernah berubah dalam menyayangiku.
Kelak aku ingin kita menikmati deburan ombak bersama, Melihat matahari terbit dan tenggelam bersama.
Aku ingin suatu saat kamu yang membawaku melihat matahari kembar terbit dan hamparan pasir di gunung bromo.
Ah khayalan itu tak terlalu penting. Saat aku menulis ini aku mendengar lagu shania twain, from this momment yang membawaku kedalam khayalan semakin dalam. Aku hanya ingin kita duduk dipelaminan bersama untuk pertamakalinya. Dan kita masih akan duduk di pelaminan bersama untuk kesekiankalinya saat anak-anak kita menikah. Hingga kita masih saling menjaga di hari tua. Meski kadang khayalan tak seindah kenyataan tapi apa salahnya aku mencoba? Anggap saja ini doaku untuk kita kelak.
Terimakasih untuk sepasang suami-istri yang kulihat sore ini duduk dihadapanku, menikmati coffe bersama. Kalian memberikanku inspirasi.

Untukmu pria masa depanku, yang entah siapa.

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...