Ketika amarah memuncak namun hanya jemari yang bisa berucap, disanalah terkadang aku merasa benar-benar lelah.
Yah.. malam itu, entah sudah berapa puluh malam yang menjadi saksi perkelahian antara kita
Lelah. Sungguh aku sebenarnya sangat lelah dengan semua ini. Jika aku sanggup, ingin rasanya aku meninggalkanmu.
Aku tak pernah bermaksud untuk pergi.
Aku hanya lelah, aku tak tau harus bagaimana lagi untuk menghadapimu ketika kau tak lagi mau mendengar setiap kata dari mulutku,
Ketika emosimu lebih penting daripada aku,
Ketika kau bahkan hanya mendengar dan melihat dirimu sendiri.
Kau bilang aku berubah. Tapi entah siapa sesungguhnya yang berubah.
Engkau yang kini begitu pemarah
Engkau yang kini begitu posesif
Engkau yang kini begitu berubah. Bukan engkau yang aku kenal saat pertama aku jatuh cinta padamu.
Mungkin aku memang berubah
Tapi ketahuilah bahwa perasaanku takkan pernah berubah untukmu.
Takkan pernah berubah meskipun kenyataannya semua sikapmu padaku tak berbeda pada gadis-gadismu sebelum aku.
Entah aku harus percaya atau tidak
Namun seseorang pernah mengatakan semuanya padaku.
Meskipun aku tau dia tak bermaksud apapun. Aku tau dia tak sengaja.
Ah aku fikir aku perempuan yang berbeda dengan kekasih-kekasihmu yang dulu. Nyatanya hanya aku yang terlalu hanyut dalam rayuanmu. Aku fikir aku spesial.
Selama ini aku bertahan karna aku fikir aku berbeda.
Tapi sekarang. Haruskah aku pergi?
Mungkin lebih baik aku pergi
Dan biar waktu yang membawaku kembali.
Terkadang aku merindukan masa lalu.
Yah bukan tentang perasaanku terhadap seseorang didalamnya, tapi tentang bagaimana aku tertawa tanpa keraguan,
Tentang bagaimana seseorang memperlakukanku,
Dan tentang bagaimana segalanya berjalan tanpa ada rahasia dan ketakutan.
Ah tapi sudahlah, itu hanya sebagian dari kesalahan yang seringkali aku perbuat.
Aku hanya berharap bahwa saat ini engkau bukan bagian dari kesalahanku.
Dan jika engkau adalah kesalahanku..
Maka engkau adalah kesalah terindah yang pernah aku lakukan.
Wanitamu yang tengah bimbang~