Lama tak mengisi tempat pelarianku ini. Entahlah aku hanya sedang bingung, tak tau harus bagaimana.
Ingin berlari mundur, namun rasanya tak sanggup.
Kucoba terus berjalan, tapi satu-satunya penahan sakit hati pun hilang.
Dulu aku coba terus bertahan karena aku ingin melihatnya bahagia. Tapi sekarang nyatanya justru aku yang menghalangi kebahagiannya. Mungkin sudah waktunya aku pergi. Sanggup atau tidak, aku tetap harus pergi. Mungkin aku dan dia hanya belum terbiasa.
Tuhan jaga dia, berikan dia wanita yang pantas untuknya, yang bisa melengkapi segala kekurangannya, yang sebanding dengan kelebihannya. Aku lelah jika harus terus berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja.
Tak perlu sibuk saling mencari. Biar tuhan yang mempertemukan kembali.