Saturday, April 25, 2015

Nyatanya

Besok, kupastikan aku tak membuatmu merasa terganggu karena aku. Aku tak mengerti bagaimana kau terhadapaku, namun kupastikan sekali lagi, besok aku akan berjalan perlahan pada kenyataan aku tak lagi ada pada doamu.
Tapi itu bila esok hari datang, sayang. Esok adalah hal yang tak pernah pasti sampai kita sampai padanya. Esok adalah hal yang paling palsu namun kita selalu berdoa agar berjumpa dengan esok. Esok adalah hal paling misteri hingga siapapun berani berkhayal tentang esok.
Nyatanya, tentang esok dan kau, adalah hal yang paling sering aku pinta pada Tuhan. Seberapa bertambah cepat detak jantung ketika aku berdoa tentang esok dan kau pada Tuhan adalah tanda kesungguhan dariku.
Nyatanya, aku justru terus saja kembali pada kau entah apa yang membawanya begitu. Bahkan nyatanya dalam bising pun aku masih bisa mendengar suaramu, nyatanya dengan mata terpejampun aku mampu mengukir lengkungan senyummu.
Namun, esok dan kau terasa lebih palsu ketika kau tak lagi mau tau.
~secangkir kopi~

Sunday, April 19, 2015

Help me to hate you

Why must you? Why did we separated? Why did we had sweet memories? Why did we fell in love? Why did you stared me with your stunning eyes? Why did you tell me that you love me? I hate this feelings like seriously. Please, help me to hate you cause i can't stand this feelings anymore~

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...