Saturday, February 14, 2015

Wednesday, February 11, 2015

Terimakasih

Minggu 8 febuari 2015, ketika aku berfikir semuanya telah berakhir, Kamu tiba-tiba datang kembali membawa kehangatan yang selalu kau beri.
Dua hari kujalani seperti biasa saat kau disisiku, Kita saling bertukar kata-kata manis disetiap pesan yang terkirim. Namun nyatanya aku salah mengartikan semua kebaikanmu. Semua itu ternyata hanya sesaat. Kamu tiba-tiba menghilang setelah kamu mengucapkan selamat malam dengan begitu manisnya. Kamu pergi tanpa alasan setelah sempat mengatakan "kekasihku" padaku disaat hubungan kita tak jelas apa.
Mungkin memang salahku yang terlalu mengharapkan semuanya. Mungkin aku yang salah mengartikan hangatnya pelukanmu. Mungkin aku terlalu terbuai dengan kata rindumu. Mungkin salahku yang terlalu merindukan kecupan dikeningku, hingga aku begitu mudahnya kembali padamu. Hingga kau begitu mudahnya menyakitiku kembali. Meninggalkanku begitu saja tanpa alasan tanpa sepatah kata pun. Kamu kira hatiku ini apa? Batu? Atau mainan yang seenaknya bisa kau kendalikan? Semudah itu kau meninggalkanku seperti sampah.

Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas semua harapan kosong yang kau berikan. Terimakasih telah memperpanjang kebahagianku walau hanya sesaat.

Monday, February 2, 2015

untitled

lama aku perhatikan dirimu..kamu sudah bukan orang yang sama yang aku kenal saat kita pertama bertemu. Kamu jauh berbeda. Kamu bukan orang yang dulu membuatku membuka pintu hatiku yang lain.
Entah akupun tak tau mengapa, hanya saja hati ini sudah tak sama lagi. Bukan tak sama seperti saat pertama jatuh hati, hanya saja sedikit terasa hampa.
Mungkin waktu, mungkin juga jarak, atau mungkin hanya kesibukan dan ambisimu yang kini berbeda yang membuatmu jadi berbeda.
Mungkin ambisimu telah menggeser posisiku
Mungkin aku tak pernah lagi dirindukan.
Mungkin perasaanmu padaku sudah berbeda.
Semua hal yang kau ajarkan padaku, semua aturan yang kau berikan, kini justru kau langkahi sendiri seakan itu hanya untukku, bukan kamu.
Biarlah..
Aku tak mengapa jika memang sudah seharusnya seperti ini. Aku hanya tak berharap ini karena seseorang yang lain yang membuatmu tersenyum dan bahagia, yang membuatmu terlihat begitu sulit meluangkan waktu hanya beberapa detik untuk membalas semua pesan singkat atau hanya sekedar memberi kabar padaku. Aku hanya tak berharap kamu lelah menerjang sedikit tetesan air yang jatuh kebumi hanya untuk melihatku sebentar saja.

Dari hati yang kini mulai meragu.

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...