Wednesday, October 12, 2016

Kita berbeda (2)

Ah ini nyata..
Perasaanku padamu bukan fana
Semakin aku didekatmu
Semakin aku mengenalmu
Hatiku justru semakin jatuh padamu
Caramu membaca kepribadianku
Caramu menceritakan kisah cintamu
Ah kau sebut dirimu brengsek
Tapi ku sebut dirimu mengagumkan
Sepanjang pagi tadi aku duduk disampingmu..
Bercerita kisah cintaku, kehidupanku
Jawabanmu yang sederhana namun penuh makna
Ah kenapa kau tampak begitu sempurna dimataku?
Meskipun aku tau semua rayuanmu hanya candaan
Meskipun aku tau kau mengatakannya pada semua wanita
Meskipun aku tau kau tak mungkin mau bersamaku
Tapi bolehkah kiranya hati ini menaruh rasa?
Andai saja aku belum berdua
Andai saja kita tak berbeda
Aku pasti berani menunjukan perasaan lebih padamu
Berdoalah pada tuhanmu agar kekasihku bisa jadi sepertimu
Berdoalah agar aku tak jatuh terlalu dalam

Kita berbeda

Hari ini aku dibuat jatuh hati oleh seorang pria..
Bukan karena parasnya, tapi karena pengetahuannya
Bukan karena cara dia merayu, tapi karena caranya berbicara
Ah pria batak berdarah minang pemikat hatiku
Caramu memperlakukanku saat pakaian ku salah, membuatku semakin mengaggumimu
Caramu menjelaskan suatu hal, membuatku terpana
Caramu membaca garis tanganku, membuatku tersenyum
Seharian ini aku berada disampingmu
Bersandar dibahumu
Hingga akhirnya kau memelukku..
Ah aku tau ini salah, tapi perasaan tak bisa ingkar, meskipun ada perasaan yang harus ku jaga
Semoga ini hanya sesaat
Sebab jika semuanya semakin jauh..
Aku tak tau apa yang akan terjadi saat kau menginjakkan kaki di gereja sementara aku di masjid
Bagaimana caramu mengimamiku saat yang kau pahami adalah al-kitab sementara aku membaca al-quran

Monday, October 10, 2016

Kau kan memburuku, dalam bencimu

maaf sayang.
jika hari ini, malammu berubah
menjadi kelabu.
bahagiamu pergi.
berlarian menjauhimu.

sayang.
aku melihat mata yang tersesat itu.
menahan ombak yang memaksa keluar.
kemudian berubah menatap tajam
mencari bayanganku
yang telah pergi jauh.

tak apa sayang.
jika hati itu akhirnya penuh benci.
aku mengerti.

tak apa sayang.
jika kelak aku mati dalam buruanmu.
aku mengerti.

dan jika tiba saatnya,
ketika dendammu terbalaskan,
aku akan turut bahagia.
kamu.aku.
kita akan menjadi satu.
disaat aku telah menjadi abu,
yang perlahan membusuk
di dasar hatimu.

sejujurnya. aku sudah lama mati.
tatapanmu saat itu sudah menusukku perlahan.

Tuesday, June 28, 2016

1.16 a.m

Tiba-tiba saja aku rindu..
Rindu saat aku berlarian ditepi pantai tanpa alas kaki bersamamu

Rindu saat kita makan malam ditepian pantai kemudian meninggalkan note gila untuk pelayan cafe

Rindu menikmati deburan ombak bersamamu

ah tapi itu hanya kenangan lama kita.

Friday, June 10, 2016

Mungkin

Mungkin tuhan telah menunjukan yang terbaik untukku
Menjauhkanmu dariku
menunjukan siapa dirimu sebenarnya

Mungkin tak selamanya..
Mungkin hanya saat ini..

Mungkin tuhan akan mengembalikanmu padaku..
Nanti..
Saat kau sudah bisa lebih baik
Saat kau tak lagi terus bersifat kekanak-anakan
Saat kau sudah bisa memutuskan yang terbaik

Sayang..
Kau masih yang akan selalu ku semogakan
Meskipun kau selalu menjadikanku pilihan keduamu
Meskipun segala yang kau ucapkan hanyalah omong kosong
Meskipun saat ini kau lebih memilih kehidupanmu tanpa aku

Aku masih tetap pada janjiku..
Bahwa aku akan selalu mencintaimu

Selamat!

Hey kamu, kamu tidak pernah tau..
Tidak tau betapa besarnya dampak dirimu dalam hidupku
Aku yang setegar batu karang..
Ternyata tak cukup tegar karenamu

Olehmu, bak air yang tenang tapi mengguncang
Yang terlihat hanya sekedar lewat tapi dahsyat..

Kini aku tau ketika hati dan pikiran tak sejalan
Ingin bertahan meski tanpa alasan
Ingin berjalan walau sakit tak tertahan

Meski awalnya aku yang selalu ingin melepaskan
Tapi akhirnya semua itu ku urungkan
Dan sekali lagi aku tetap bertahan

Ini sungguhan, ini bukan candaan
Silahkan kalau kau ingin tertawakan
Aku hanya mencoba jujur pada diriku
Iya pada apa yang kurasakan

Berulang kali ku sampaikan pada hatiku..

Cukup, ini melelahkan dan akan ku selesaikan!

Tapi nyatanya apa kau datang
Kau datang dan ku beri sambutan

Lucu
Aku merasa bodoh sekali..
Kau tau, kau berhasil..
Memporak porandakan hati superman..
Memmbuat linglung keputusan presiden..
Membodohi einstein..
Berhasil..

Aku tak menyangkal

Terilhat berlebihan? Tidak! Ini kenyataan

Wednesday, June 8, 2016

Naif

Kau terlalu naif, sayang..
berkata kau sudah berjalan maju, tapi masih bisa kulihat seluruh curahan isi hatimu

Kau membohongi perasaanmu sendiri..
berjalan dengan ratusan wanita, tapi nyatanya mereka hanya pelarian

Kau masih sering membahasku..
Aku tau itu..
Sayang, jika kau tau..
Itu adalah bukti kau masih peduli padaku
Kau masih menyimpan rasa itu.

Jujurlah setidaknya pada perasaanmu sendiri
Bukan karena aku..
Tapi karena wanita yang bersamamu saat ini

Kau berkata akan selalu menerimaku kembali
Lalu bagaimana dengan wanitamu saat ini?

Apa kau tega hanya menjadikannya sebagai pelarian?
Hanya agar kau bisa membalasku?
Hanya untuk membunuh sepimu..
Memberimu perhatian..

Jangan kau kembali menjadi dirimu yang dulu

Tapi jika memang dia sudah menjadi pilihanmu..

Aku hanya berharap..
semoga dia mengerti segala keinginanmu
Semoga dia bisa merawatmu seperti aku
Semoga dia tau setiap penyebab sakit kepalamu
Semoga dia tau apa yang sebaiknya kau makan..apa makanan favoritmu..bagaimana pola makanmu
Semoga dia bisa mendengarkan segala keluh kesahmu
Semoga dia bisa selalu menemanimu selayaknya aku
Semoga dia bisa menggantikan segala perhatianku untukmu
Semoga dia bisa membuatmu cemburu seperti kau cemburu padaku

Yah aku hanya bisa mendoakan apa yang membuatmu bahagia

Wednesday, May 4, 2016

Harusnya tak perlu ada cinta

Aku tidak bisa tidur meskipun aku berusaha untuk memejamkan mataku. Kamu ada di langit-langit kamarku, semakin membesar di dadaku, berlalu-lalang di otakku. Aroma tubuhmu selalu menyeruak setiap kali aku berusaha mengusir sosokmu dari sini. Aku merasa semua tidak lagi adil ketika aku merindukanmu. Tidak adil karena aku tidak bisa segera memelukmu. Tidak adil karena aku tidak bisa langsung menatap wajahmu. Tidak adil karena aku tidak mampu memastikan bahwa di sana kamu baik-baik saja.

Aku berbaring di tempat tidurku, sambil mendengarkan lagu bee gees, how deep is your love, lagu yang pertamakali kau berikan padaku saat kita sarapan bubur bersama. Aku merasa kamu sungguh ada di sampingku, sedang memperhatikanku dengan mata sayumu. Seandainya, di sampingku sungguhlah dirimu, aku tidak akan berpikir dua kali untuk memelukmu. Seandainya, kamu benar ada di sini, aku ingin mengajakmu bertengkar soal pembicaraan kita mengenai akhir yang bagus untuk kisah cinta kita.

Aku rindu menatapmu tertawa dengan sangat lapang, sehingga membuatku cukup bahagia karena beberapa saat kaulupakan sedihmu. Aku rindu dekapan di bahumu, dihangatnya dadamu, ketika aku meminta mengartikan suatu kalimat bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Aku rindu dahi wifimu yang terbentuk ketika kamu sedang memikirkan semua jawaban atas semua pertanyaanku. Aku rindu caramu berpakaian, jaketmu, tas kepongpongmu. Aku rindu semua yang ada dalam dirimu dan seandainya ego tak membuat jarak diantara kita, mungkin saat ini aku tak perlu menuliskan semua ini.

Seandainya kamu sedang di sampingku, maukah kau bercerita tentang pekerjaanmu, seperti biasanya? Seandainya kamu berada dalam pelukku, maukah kau bercerita tentang kehidupanmu selama tak ada aku? Seandainya kamu ada di sini, maukah kamu menyuapiku beberapa buah stroberi dari minumanmu, dan menemaniku menuntaskan rindu yang makin parah ini? Seandainya kamu ada di sampingku, maukah kau memelukku dengan sangat rapat, kemudian berjanji tidak akan pergi lagi?

Katakan padaku, bahwa semua hal indah yang kita lewati selama dua tahun ini hanyalah sebuah mimpi anak ingusan pada pria dewasa-- yang mustahil untuk menjadi miliknya. Katakan padaku, bahwa caramu membuatku tertawa itu hanyalah rasa belas kasihan karena kamu tahu bahwa aku perempuan yang rela menyakiti oranglain hanya untuk memilihmu. Katakan padaku, bahwa caramu membuatku bahagia itu hanyalah bualan untuk membuatku merasa tetap optimis pada hidup yang selalu terlihat jahat di mataku. Katakan padaku bahwa kamu tidak mencintaiku. Buatlah aku membencimu, sehingga aku tidak perlu merasakan rindu sesakit ini. 

Jika kehadiranmu dalam hidupku untuk membuatku jatuh cinta, kamu sudah berhasil melakukan misimu. Harusnya memang tidak perlu ada cinta di antara kita. Tetapi, caramu menatapku itu sungguh luar biasa, dan aku tidak bisa menolakmu masuk ke dalam hatiku. Karena tiba-tiba kamu bertahta, sekuat dan sehebat itu, hingga aku tidak tahu cara mengantisipasi rasa sakit kalau suatu saat aku terpisah darimu. 

Aku tidak tau apa maksudmu saat kau begitu cemburu melihatku berjalan dengan lelaki lain. Aku tidak tau apa maksudmu menyuruhku, memaksaku untuk selalu kembali padamu. Aku tidak tau apa maksudmu memberikan pelukan hangat padaku, jika pada akhirnya kau kembali mengacuhkanku. Meninggalkanku Untuk kesalahan yang sama.

Aku masih berbaring di tempat tidurku, sementara bee gees masih mengalun dengan damai. Izinkan aku memutar ulang waktu, agar tidak pernah terjadi pertemuan antara kita, agar aku tidak pernah tahu rasanya jatuh cinta padamu, agar aku tidak merindukan hangat pelukmu.

Tuesday, May 3, 2016

Akhirnya Kau Hilang

 

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana
Di udara dingin yang menyusup dibawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh.
Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah.

Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong.
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota
Seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang

Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal.
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar.
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu.
Tidak sopan katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan.

Akhirnya kau hilang.
Kau meninggalkan aku
dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa.


 
Tidak Ada New York Hari Ini~

Tuesday, April 19, 2016

Nikmati Cacianku

Ditengah senja saat matahari lenyap ditelan langit berlembayung..
Aku perlahan melewati jalan setapak keluar dari kampusku.
Ditengah keramaian aku merasa hening dengan jutaan caci maki dikepalaku yang menghina diriku sendiri.

Perempuan ini begitu bodoh.
Perempuan ini selalu termakan bualan manis.
Perempuan ini tak pernah belajar dari apa yang telah terjadi. bahkan hingga berkali-kali.
ya, ya aku tau..
aku memang bodoh.
menerimamu kembali setelah bersusah payah melupakanmu.
menerimamu kembali hanya untuk membiarkanmu meninggalkanku kembali.
menerimamu kembali hanya untuk melihatmu lebih memilih orang lain.
memberimu kesempatan hanya agar kau bisa mengecewakanku kembali.

Ah aku nikmati saja setiap cacian yang ku lontarkan untukku sendiri
sembari terus melangkahkan kakiku,
menikmati playlist favoritku,
sembari berharap.

Berharap yang kau pilih adalah orang yang rela meninggalkan deadline tugasnya hanya untuk menjemputmu yang sedang sakit
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau mendengarkan setiap keluh kesahmu
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau membantumu memilih yang terbaik untukmu
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau mengingatkan apa yang harus kau makan.
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau dengan sabar menerima limpahan kekesalanmu
berharap yang kau pilih adalah orang yang bisa lebih dewasa daripada aku

Terimakasih untuk segalanya..
untuk tawa dan air mata
Kini..
Aku takkan lagi melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya.
Semoga kau menikmati notes jar terakhir yang aku berikan.


Perempuan yang akan selalu mencintaimu.

Monday, January 11, 2016

Should i?

I'm slowly giving up on loving you, because i don't know who you are now. It's hard to find reasons to love someone, who has become a stranger to you.

You didn't love me.
You just didn't want to be alone.
Or maybe, maybe i was just good for your ego.
Or maybe i made you feel better about your miserable life,
but you didn't love me. because you don't destroy people you love.

We should end this.
I can't keep running back to you everytime you show me sort of false hope, leading me to believe that it isn't really over between us. It would be so much easier for me if you would just directly say that you're not going to come back to me anymore. But you won't because that's not who you are. You won't let me let you go, even though you let me go as soon as you knew you had me.

I stay awake every night because you can't get out of my mind.
Should i end this?

Siapa yang berubah

Ketika amarah memuncak namun hanya jemari yang bisa berucap, disanalah terkadang aku merasa benar-benar lelah.
Yah.. malam itu, entah sudah berapa puluh malam yang menjadi saksi perkelahian antara kita
Lelah. Sungguh aku sebenarnya sangat lelah dengan semua ini. Jika aku sanggup, ingin rasanya aku meninggalkanmu.
Aku tak pernah bermaksud untuk pergi.
Aku hanya lelah, aku tak tau harus bagaimana lagi untuk menghadapimu ketika kau tak lagi mau mendengar setiap kata dari mulutku,
Ketika emosimu lebih penting daripada aku,
Ketika kau bahkan hanya mendengar dan melihat dirimu sendiri.
Kau bilang aku berubah. Tapi entah siapa sesungguhnya yang berubah.
Engkau yang kini begitu pemarah
Engkau yang kini begitu posesif
Engkau yang kini begitu berubah. Bukan engkau yang aku kenal saat pertama aku jatuh cinta padamu.
Mungkin aku memang berubah
Tapi ketahuilah bahwa perasaanku takkan pernah berubah untukmu.
Takkan pernah berubah meskipun kenyataannya semua sikapmu padaku tak berbeda pada gadis-gadismu sebelum aku.
Entah aku harus percaya atau tidak
Namun seseorang pernah mengatakan semuanya padaku.
Meskipun aku tau dia tak bermaksud apapun. Aku tau dia tak sengaja.
Ah aku fikir aku perempuan yang berbeda dengan kekasih-kekasihmu yang dulu. Nyatanya hanya aku yang terlalu hanyut dalam rayuanmu. Aku fikir aku spesial.
Selama ini aku bertahan karna aku fikir aku berbeda.
Tapi sekarang. Haruskah aku pergi?
Mungkin lebih baik aku pergi
Dan biar waktu yang membawaku kembali.
Terkadang aku merindukan masa lalu.
Yah bukan tentang perasaanku terhadap seseorang didalamnya, tapi tentang bagaimana aku tertawa tanpa keraguan,
Tentang bagaimana seseorang memperlakukanku,
Dan tentang bagaimana segalanya berjalan tanpa ada rahasia dan ketakutan.
Ah tapi sudahlah, itu hanya sebagian dari kesalahan yang seringkali aku perbuat.
Aku hanya berharap bahwa saat ini engkau bukan bagian dari kesalahanku.
Dan jika engkau adalah kesalahanku..
Maka engkau adalah kesalah terindah yang pernah aku lakukan.
               Wanitamu yang tengah bimbang~

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...