Sudah seminggu aku tak mendengar suaramu, tak ada kabarmu, tak melihat senyummu.
Rasanya ada yang hilang
Rasanya ada yang selalu mengganjal didalam hati dan fikiranku
Semua ini salah siapa? Entah aku tak bisa menyalahkan siapa pun. Baik aku mau pun kamu sama-sama orang yang bertanggung jawab atas semua ini.
Sama-sama menanggung resiko dari yang telah terjadi.
Mungkin ini memang sudah benar-benar berakhir
Mungkin kamu memang benar-benar ingin menjauh, menikmati hidupmu sendiri.
Namun mungkin ini yang terbaik untuk kita. Untuk berhenti saling menyakiti.
Bukankah kebebasan yang kau dan aku inginkan? Bukankah kebebasan yang kau dan aku suka?
Lagipula aku tak mau terus mengganggu hati dan kepalamu.
Sayang, aku memilih untuk mundur bukan karena aku tak lagi menyayangimu atau karena hal negatif apapun yang ada dikepalamu saat ini. Aku hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk kita. Mungkin awalnya akan terasa sakit dan sulit namun cobalah untuk terbiasa. Toh kamu yang memutuskan semua ini. Bahkan kau tak pernah mencoba untuk setidaknya memberikan secercah cahaya ditengah kegelapan ini.
Sungguh bukan inginku atas semua ini.
Biarlah ini jadi yang terbaik untuk kita sayang. Biar waktu yanv menjawab. Mungkin kebahagianmu sudah tak ditanganku lagi. Mungkin kau harus coba mencarinya pada wanita lain.
Satu hal yang aku tak mau. Aku tak mau jatuh pada lain hati.