Friday, December 25, 2015

Jatuh cinta

Tentang cinta yang entah sejak kapan datang dan entah kapan akan pergi.
Rasanya aku sedang bosan berbagi ke-galau-an hati.
Mungkin kali ini aku ingin berbagi kebahagian hati.

Aku menemukan sesosok pria yang entah bagaimana bisa masuk dalam kehidupanku.
Pria yang bisa membuatku tertawa dan menangis diwaktu yang sama.
Hati memang tak pernah bisa ditebak, meski berkali-kali logika mengatakan untuk pergi, namun hati yang memaksa tinggal.
Ah tapi biarlah..
Bukankah setiap jatuh pasti kita akan merasakan sakit? Begitupun jatuh cinta.

Terlepas dari semua itu,
Aku tahu pria ini adalah orang yang berjuang mati-matian untuk membuatku bahagia. Terlalu berlebihan? Ah biarlah ini hanya sebuah tulisan, karna aku tak bisa menggambarkannya.
Yang ku tau dia begitu menyayangiku. Entah benar atau salah.

Yang jelas aku jatuh cinta padamu..
Dari setiap inch gerakanmu
Dari setiap kata yang kau ucap
Dari setiap hal yang kau lakukan
Dari setiap tetes air matamu
Kau begitu sempurna untuk dicintai

Ini bukan salahmu, ini hanya aku yang tak bisa mengendalikan diri untuk tak mencintaimu. Kamu terlalu gemerlap untukku yang gelap. Sinarmu teralu terang untukku yang selalu gamang.

Kau tau aku berhenti mencintamu saat aku tak lagi memanggilmu jelek, saat aku berhenti mengganggumu, saat aku berhenti bertingkah menyebalkan.
Namun entah kapan itu semua akan terjadi.
Pada akhirnya..
Denganmu atau tidak aku duduk dihadapan penghulu, setidaknya aku pernah merasakan cintamu.
Meskipun hati berharap engkaulah yang berada disampingku.

Ah jangan khawatir
Tulisan ini hanya coretan dari sesosok wanita yang tengah dilanda cinta.

Monday, October 12, 2015

Tanpa nama

Siang tadi..
saat aku tengah mencari-cari buku dibalik rak-rak buku yang tersusun rapih, tiba-tiba ada seorang pria yang menyodorkanku sebuah buku. iya buku yang kucari sedari tadi. ku ambil buku itu lalu ku tatap wajahnya..ah pria itu lagi. pria yang sama yang membela ku didepan senior-seniorku, pria yang sama yang membawakan botol minumku saat aku mengeluh berat, pria yang selalu datang saat aku kesulitan. Entah apa maksudnya dia melakukan semua itu. Entah aku yang terbawa perasaan atau memang dia melakukan hal yang berbeda kepadaku.

Kau pria berdarah minang..
hari ini kau telah berhasil membawa perasaanku. Seharian ini aku tak berhenti memikirkanmu. Ah semoga ini hanya kesenangan sesaat.

Selamat ulang tahun untukmu pria penolong ku :)

Thursday, August 6, 2015

Tak perlu sibuk mencari

Lama tak mengisi tempat pelarianku ini. Entahlah aku hanya sedang bingung, tak tau harus bagaimana.
Ingin berlari mundur, namun rasanya tak sanggup.
Kucoba terus berjalan, tapi satu-satunya penahan sakit hati pun hilang.
Dulu aku coba terus bertahan karena aku ingin melihatnya bahagia. Tapi sekarang nyatanya justru aku yang menghalangi kebahagiannya. Mungkin sudah waktunya aku pergi. Sanggup atau tidak, aku tetap harus pergi. Mungkin aku dan dia hanya belum terbiasa.
Tuhan jaga dia, berikan dia wanita yang pantas untuknya, yang bisa melengkapi segala kekurangannya, yang sebanding dengan kelebihannya. Aku lelah jika harus terus berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja.

Tak perlu sibuk saling mencari. Biar tuhan yang mempertemukan kembali.

Monday, July 13, 2015

13 juli 2015

Ada sakit yang tak bisa dijelaskan
Ada ragu yang tak bisa ditunjukan

Aku sedang menunggu hari dimana sakit dan ragu akan menunjukan dirinya.
Saat semua ucapanmu membunuhku, bukan lagi menusukku.
Jika saat itu tiba maka aku akan menjadi perempuan paling lemah, berurai air mata.

Ah aku hanya berharap semuanya tak terjadi.

Wednesday, June 3, 2015

Gelisah? Entah

Hampir tengah malam, ketika aku masih jungkir balik gelisah entah kenapa.
Sendirian menyimpan gundah hingga aku lelah.
Tangis tak berair mata
Jerit hati tak bersuara
Tanya tak terjawab

Kurasa sebentar lagi kepalaku ini akan meledak karena ke khawatiran
Hatiku akan segera tenggelam dalam luapan lelah
Bibirku akan terkunci oleh amarah

Meski entah apa yang sebenernya aku khawatirkan, tapi semuanya berhasil membuatku tak pernah tidur dengan damai.
Ketakukan dan gelisah menelanku hampir setiap malam.
Mencari apa yang terbaik ditengah kesendirian.

Entah kenapa air mata sering kali jatuh tanpa alasan.
Ungkapan hati yang tak bisa disampaikan oleh kata.
kadang rasanya ingin mati saja daripada harus memilih. Menyiksa hati.
Entah apa ini hanya aku yang terlalu perasa atau memang nyata.

Pepatah lama mengatakan bahwa, "bertahan tak cukup hanya saat kau diserang. Bertahanlah meskipun tak ada yang menyerangmu"

Dari kegelisahan ditengah malam

Friday, May 1, 2015

Coba

Coba rekam suara hujan..
Dan nyanyikan kepada mereka yang gundah
Coba nyalakan api..
Dan hangatkan mereka yang sendiri

Coba pejamkan mata
Coba buka hati dan rasa cinta
Mari pinjami semua itu dengan senyuman..
Tapi ingat..
Bukan kepada mereka. Namun untuk kita

Tak apa jika sulit
Ini hanya "coba"
Tak usah dipikirkan. Cukup dirasa.

Saturday, April 25, 2015

Nyatanya

Besok, kupastikan aku tak membuatmu merasa terganggu karena aku. Aku tak mengerti bagaimana kau terhadapaku, namun kupastikan sekali lagi, besok aku akan berjalan perlahan pada kenyataan aku tak lagi ada pada doamu.
Tapi itu bila esok hari datang, sayang. Esok adalah hal yang tak pernah pasti sampai kita sampai padanya. Esok adalah hal yang paling palsu namun kita selalu berdoa agar berjumpa dengan esok. Esok adalah hal paling misteri hingga siapapun berani berkhayal tentang esok.
Nyatanya, tentang esok dan kau, adalah hal yang paling sering aku pinta pada Tuhan. Seberapa bertambah cepat detak jantung ketika aku berdoa tentang esok dan kau pada Tuhan adalah tanda kesungguhan dariku.
Nyatanya, aku justru terus saja kembali pada kau entah apa yang membawanya begitu. Bahkan nyatanya dalam bising pun aku masih bisa mendengar suaramu, nyatanya dengan mata terpejampun aku mampu mengukir lengkungan senyummu.
Namun, esok dan kau terasa lebih palsu ketika kau tak lagi mau tau.
~secangkir kopi~

Sunday, April 19, 2015

Help me to hate you

Why must you? Why did we separated? Why did we had sweet memories? Why did we fell in love? Why did you stared me with your stunning eyes? Why did you tell me that you love me? I hate this feelings like seriously. Please, help me to hate you cause i can't stand this feelings anymore~

Sunday, March 1, 2015

Hati

Hati resah
menyanyikan senandung gelisah
menatap gundah
bayangan sang penarik ulur hati

Lelaki impian
namun hanya dalam angan
datang dan pergi semaumu
melupakan kau pemilik hati semu

aku hanya takut akhirnya aku memilih pergi
tak ada lagi menyakiti hati
yang ada hanya rasa yang mulai mati

mungkin memang itu yang kau tunggu~

Saturday, February 14, 2015

Wednesday, February 11, 2015

Terimakasih

Minggu 8 febuari 2015, ketika aku berfikir semuanya telah berakhir, Kamu tiba-tiba datang kembali membawa kehangatan yang selalu kau beri.
Dua hari kujalani seperti biasa saat kau disisiku, Kita saling bertukar kata-kata manis disetiap pesan yang terkirim. Namun nyatanya aku salah mengartikan semua kebaikanmu. Semua itu ternyata hanya sesaat. Kamu tiba-tiba menghilang setelah kamu mengucapkan selamat malam dengan begitu manisnya. Kamu pergi tanpa alasan setelah sempat mengatakan "kekasihku" padaku disaat hubungan kita tak jelas apa.
Mungkin memang salahku yang terlalu mengharapkan semuanya. Mungkin aku yang salah mengartikan hangatnya pelukanmu. Mungkin aku terlalu terbuai dengan kata rindumu. Mungkin salahku yang terlalu merindukan kecupan dikeningku, hingga aku begitu mudahnya kembali padamu. Hingga kau begitu mudahnya menyakitiku kembali. Meninggalkanku begitu saja tanpa alasan tanpa sepatah kata pun. Kamu kira hatiku ini apa? Batu? Atau mainan yang seenaknya bisa kau kendalikan? Semudah itu kau meninggalkanku seperti sampah.

Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas semua harapan kosong yang kau berikan. Terimakasih telah memperpanjang kebahagianku walau hanya sesaat.

Monday, February 2, 2015

untitled

lama aku perhatikan dirimu..kamu sudah bukan orang yang sama yang aku kenal saat kita pertama bertemu. Kamu jauh berbeda. Kamu bukan orang yang dulu membuatku membuka pintu hatiku yang lain.
Entah akupun tak tau mengapa, hanya saja hati ini sudah tak sama lagi. Bukan tak sama seperti saat pertama jatuh hati, hanya saja sedikit terasa hampa.
Mungkin waktu, mungkin juga jarak, atau mungkin hanya kesibukan dan ambisimu yang kini berbeda yang membuatmu jadi berbeda.
Mungkin ambisimu telah menggeser posisiku
Mungkin aku tak pernah lagi dirindukan.
Mungkin perasaanmu padaku sudah berbeda.
Semua hal yang kau ajarkan padaku, semua aturan yang kau berikan, kini justru kau langkahi sendiri seakan itu hanya untukku, bukan kamu.
Biarlah..
Aku tak mengapa jika memang sudah seharusnya seperti ini. Aku hanya tak berharap ini karena seseorang yang lain yang membuatmu tersenyum dan bahagia, yang membuatmu terlihat begitu sulit meluangkan waktu hanya beberapa detik untuk membalas semua pesan singkat atau hanya sekedar memberi kabar padaku. Aku hanya tak berharap kamu lelah menerjang sedikit tetesan air yang jatuh kebumi hanya untuk melihatku sebentar saja.

Dari hati yang kini mulai meragu.

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...