Aku telah belajar bahwa bagaimanapun, aku tak bisa menjauh darimu.
Seakan ada ruang hampa dihatiku, ketika tak ada kabar darimu.
Ketika tak ada candamu menghiasi senyumku.
Hatiku selalu bertanya apa yang sedang kau lakukan, meski aku sangat tau aktifitasmu sehari-hari.
Aku selalu menghawatirkan apakah kau sudah makan? apa yang kau makan? Aku tau kebiasaanmu yang selalu lupa makan, yang tak keberatan makan mie setiap hari.
Ini bukan hal baru untuk kita,
Mungkin perkataan temanku memang benar.
kamu sudah seperti rumah bagiku, kemanapun aku pergi, aku selalu kembali padamu.
Hanya cinta dan rindu yang mampu mengalahkan egois.
Berkali-kali mencoba melepaskan diri darimu, namun akhirnya aku selalu mengalah pada rindu.
Bagaimanapun hati tak bisa dibohongi.
Mataku tak pernah berhenti menatap layar ponsel, berharap kau menghubungiku.
Rinduku masih untukmu. Hatiku masih milikmu. Dan aku akan selalu kembali padamu, Mas.