Untuk kamu si pembohong besar, tukang drama, dan lelaki paling menjengkelkan dimuka bumi ini. Apa kamu ingat bagaimana dulu kamu menyianyiakan aku begitu saja? Apa kamu ingat bagaimana kamu dengan mudah hati membohongi dan menyakiti aku? Entah aku terlalu baik atau terlalu bodoh untuk semua itu, perbedaannya tipis.
Aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu. Dulu kamu marah ketika aku membalas pesan dari lelaki lain, dulu kamu berkata rindu saat kita tak bertemu, dulu kamu mengatakan sayang dengan penuh keyakinan, namun ternyata semuanya hanyalah bualanmu sayang, Nyatanya kamu yang mendua, bermain hati dibelakangku. Awalnya aku pikir itu salahku karna terlalu cuek dengan hubungan kita, tapi nyatanya memang hanya kamu yang salah, benar hanya kamu yang brengsek, mengecewakan dan memporak porandakan hatiku membuatku merasa begitu bodoh pernah mengenal seorang sepertimu.
Jauh setelah aku berjalan keluar dari hubungan kita sayang, kamu menarikku kembali. Membawa seribu alasan bohong untuk membawaku kembali. Tapi aku memiliki sejuta alasan untuk menolak tukang drama sepertimu. Kamu mungkin bisa bercerita palsu kepada orang lain, membuat drama baru untuk menarik perhatianku. Tapi sayang, itu hanya membuatku tertawa geli menganggapmu sebagai hiburanku tanpa hatiku tersentuh sedikitpun. Kamu tau kenapa? Karena hatiku sudah mati. Mati dan berubah menjadi batu untukmu.
Silahkan menyesali semua perbuatanmu padaku dulu. Silahkan tweet seluruh kegalauanmu. Silahkan menebar kode untukku. Silahkan tulis semua isi hatimu untukku di blogmu. Itu sama sekali tak akan menyentuh hatiku. Aku hanya akan tertawa semakin puas melihatmu seperti itu. Mungkin terlihat jahat. Tapi ini semua sama sekali tak sebanding dengan semua yang telah kau lakukan padaku.
Ini semua belum berakhir. Karma dari wanita-wanita yang pernah kau sakiti takkan pernah berhenti.