Wednesday, August 29, 2018

00.00

Ku kutip aksara Putu Wijaya. “Karena cinta dapat mengubah segala-galanya.”
Memang benar. denganmu aku mengubah semua kebiasaanku dalam perihal cinta.

Awal aku menyukaimu, semua terlihat menyenangkan.
Aku terus dibuat mabuk.
Senyum dan tawamu menghangatkan.
Menyukaimu membuatku kehilangan kewarasan.

Hari ini aku masih bertahan menyukaimu.
Membalas pesan singkatmu.
Mendengar suaramu.
Memperdebatkan hal-hal tak penting denganmu.
Sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini.

Lucu memang.
Semakin dekat denganmu membuatku semakin irasional.
Aku yang tak pernah suka lelaki kekanak-anakan
justru malah tertawa melihatmu merengek seperti bocah lima tahun.
Aku yang tak pernah suka lelaki pencemburu
justru malah senang melihatmu mengomel hanya karena seorang pria mengirimiku pesan singkat.
Aku yang mengatakan bahwa selayaknya kita hanya menjadi teman
justru malah membangun komitmen denganmu.

Tak peduli kau seperti apa..
aku menyayangimu tanpa karena. tanpa sebab. tanpa syarat.
Aku mencintaimu tanpa ada rasa yang tak kuberi. tanpa ada perasaan yang terbagi.
Aku hanya ingin menjalani apa yang ingin ku jalani denganmu saat ini. tak peduli nanti bagaimana.

Tapi kata mereka ini bukan diriku.
Tapi tak apa asal aku terus bersamamu.

Biarkan rasa ini mengalir dengan sendirinya.
Biarkan rasa ini berbicara atas pengorbanannya.
Biarkan kaki ini melangkah kemana saja.

Tak apa jika kau tak percaya.
Tak apa jika akhirnya tak bahagia.

Setidaknya untuk saat ini biarkan aku mengisi ruang diantara jemari tanganmu.
Biarkan aku bermain dengan ratusan helai rambutmu.
Biarkan aku melihatmu tertawa.
Biarkan aku menjadi tempatmu bermanja-manja.
Biarkan aku menjadi tempatmu berkeluh kesah.

Semoga saat ini bisa menjadi selamanya.

Tuesday, August 28, 2018

Kita

Saat kau bertanya "siapa kita?"
Kita adalah anak muda yang menjalin romansa cinta
Kita adalah dua insan yang berusaha untuk setia
Kita adalah lantunan asmara yang berhembus dikala senja
Kita adalah cahaya yang menyinari pagi yang buta

penyatu aksara~

Wednesday, August 22, 2018

Kecewa

Emosi sepasang manusia menghantam segala yang telah mereka bangun.
Meski pada akhirnya selalu ada jalan untuk kembali.
Namun semua tak bisa lagi sama.

Diakhir pertengkaran kau mengatakan bahwa kau kecewa.
Meski hingga saat ini aku tak tahu apa penyebabnya,
aku tetap menerima segala kecewamu.

Kecewa katamu..
Lantas menurutmu apa perasaanku ini?
Marah. Sedih. Kecewa.
Aku hanya tak pernah mengungkapkannya.
Dan lagi, tak satupun dari perasaanku yang kau lihat bukan?
Bahkan ketika aku mati-matian melawan logikaku hanya untuk mencintaimu, sama sekali tak terlihat olehmu.

Tak apalah..
Mungkin kecewaku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena melihatmu tak seperti apa yang kupikirkan. Meskipun akhirnya masih ada yang mengganjal dalam hati.
Mungkin marahku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena melihat langkah yang ku ambil sendiri. Meskipun akhirnya tercipta jarak antara kita.
Mungkin sedihku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena membuatmu bersedih. Meskipun akhirnya yang ku pilih hanyalah bahagiamu.

Maaf jika katamu aku tak pernah memperjuangkan kita.
Sejujurnya aku hanya tak ingin terus mengecewakanmu.
Maaf jika kau tak percaya aku mencintaimu.
Sejujurnya aku hanya tak pandai menunjukan perasaanku.
Maaf jika bersamaku akhirnya hanya membuatmu bimbang.
Sejujurnya aku masih terus berdialog dengan logika.

Aku kecewa kau begitu mudah menyerah disetiap pertengkaran kita.
Aku kecewa keyakinanmu padaku hanya sebatas kata.
Aku kecewa kau bahkan tak bisa yakin pada dirimu sendiri.
Aku kecewa kau masih meragukan kita.
Aku kecewa kau senang ketika masa lalu kembali datang menghampirimu.

Tapi pada akhirnya kusimpan semua kekecewaanku sendiri.
Karena yang ku inginkan hanyalah kau bahagia tanpa tapi. tanpa ragu.
Meski itu berarti tanpa aku.

Tuesday, August 21, 2018

Hilangnya Akal

Malam ini aku sedang menertawakan seorang perempuan.
Tertawa akibat jatuh hati yang tak disengaja.
Lucu memang. bercermin mentertawakan perempuan bodoh yang selalu jatuh pada apapun yang terlalu baik. hingga akhirnya selalu menjadi rumit.

Menerka alasan mengapa ia rela menjadi bodoh dan tak peduli jika harus tersungkur sekali lagi.
Ketika orang-orang disekelilingnya selalu mengatakan ia tak punya hati.
Ketika orang-orang disekelilingnya selalu berfikir ia tak pernah merasakan sakit hati.
Ketika ia sendiri yakin logikanya selalu digunakan.
Nyatanya ia tetap menuruti hatinya yang tak pernah bosan terluka.

Ia berharap menemukan sisa-sisa keyakinannya akan kebahagiaan dalam hati yang baru.
Meskipun ia tau hal yang sama akan terus terulang.
Ia berharap menemukan sisa-sisa keyakinannya akan hati yang bisa menerimanya tanpa syarat.
Meskipun ia tahu kekecewaan sudah siap kembali padanya.
Namun ia terus meyakinkan akal sehatnya, kali ini akan berhasil.
Seakan ia lupa apa yang selalu ia inginkan.

Ia tak peduli apa yang orang lain katakan
bahwa seharusnya kau meninggalkannya
Ia tak peduli apa yang orang lain pikirkan
bahwa kau tak pantas dengannya
Ia tak peduli apa yang orang lain lakukan
bahwa aku tak suka kau dengannya

Sudah kukatakan bahwa ia bodoh.
Terlalu banyak langkah yang ia ambil.
Hingga terlalu jauh untuk kembali ke titik awal.

Terlalu ragu untuk melangkah mundur.
Pada akhirnya kembali jatuh pada hal yang sama. dengan alasan yang bahkan ia pun tak bisa jelaskan.

Bodoh bukan? 
Dengan senang hati dipermainkan keadaan yang ia buat rumit untuk dirinya sendiri.


Perempuan yang sedang menikmati kebodohan-

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...