Tuesday, June 28, 2016

1.16 a.m

Tiba-tiba saja aku rindu..
Rindu saat aku berlarian ditepi pantai tanpa alas kaki bersamamu

Rindu saat kita makan malam ditepian pantai kemudian meninggalkan note gila untuk pelayan cafe

Rindu menikmati deburan ombak bersamamu

ah tapi itu hanya kenangan lama kita.

Friday, June 10, 2016

Mungkin

Mungkin tuhan telah menunjukan yang terbaik untukku
Menjauhkanmu dariku
menunjukan siapa dirimu sebenarnya

Mungkin tak selamanya..
Mungkin hanya saat ini..

Mungkin tuhan akan mengembalikanmu padaku..
Nanti..
Saat kau sudah bisa lebih baik
Saat kau tak lagi terus bersifat kekanak-anakan
Saat kau sudah bisa memutuskan yang terbaik

Sayang..
Kau masih yang akan selalu ku semogakan
Meskipun kau selalu menjadikanku pilihan keduamu
Meskipun segala yang kau ucapkan hanyalah omong kosong
Meskipun saat ini kau lebih memilih kehidupanmu tanpa aku

Aku masih tetap pada janjiku..
Bahwa aku akan selalu mencintaimu

Selamat!

Hey kamu, kamu tidak pernah tau..
Tidak tau betapa besarnya dampak dirimu dalam hidupku
Aku yang setegar batu karang..
Ternyata tak cukup tegar karenamu

Olehmu, bak air yang tenang tapi mengguncang
Yang terlihat hanya sekedar lewat tapi dahsyat..

Kini aku tau ketika hati dan pikiran tak sejalan
Ingin bertahan meski tanpa alasan
Ingin berjalan walau sakit tak tertahan

Meski awalnya aku yang selalu ingin melepaskan
Tapi akhirnya semua itu ku urungkan
Dan sekali lagi aku tetap bertahan

Ini sungguhan, ini bukan candaan
Silahkan kalau kau ingin tertawakan
Aku hanya mencoba jujur pada diriku
Iya pada apa yang kurasakan

Berulang kali ku sampaikan pada hatiku..

Cukup, ini melelahkan dan akan ku selesaikan!

Tapi nyatanya apa kau datang
Kau datang dan ku beri sambutan

Lucu
Aku merasa bodoh sekali..
Kau tau, kau berhasil..
Memporak porandakan hati superman..
Memmbuat linglung keputusan presiden..
Membodohi einstein..
Berhasil..

Aku tak menyangkal

Terilhat berlebihan? Tidak! Ini kenyataan

Wednesday, June 8, 2016

Naif

Kau terlalu naif, sayang..
berkata kau sudah berjalan maju, tapi masih bisa kulihat seluruh curahan isi hatimu

Kau membohongi perasaanmu sendiri..
berjalan dengan ratusan wanita, tapi nyatanya mereka hanya pelarian

Kau masih sering membahasku..
Aku tau itu..
Sayang, jika kau tau..
Itu adalah bukti kau masih peduli padaku
Kau masih menyimpan rasa itu.

Jujurlah setidaknya pada perasaanmu sendiri
Bukan karena aku..
Tapi karena wanita yang bersamamu saat ini

Kau berkata akan selalu menerimaku kembali
Lalu bagaimana dengan wanitamu saat ini?

Apa kau tega hanya menjadikannya sebagai pelarian?
Hanya agar kau bisa membalasku?
Hanya untuk membunuh sepimu..
Memberimu perhatian..

Jangan kau kembali menjadi dirimu yang dulu

Tapi jika memang dia sudah menjadi pilihanmu..

Aku hanya berharap..
semoga dia mengerti segala keinginanmu
Semoga dia bisa merawatmu seperti aku
Semoga dia tau setiap penyebab sakit kepalamu
Semoga dia tau apa yang sebaiknya kau makan..apa makanan favoritmu..bagaimana pola makanmu
Semoga dia bisa mendengarkan segala keluh kesahmu
Semoga dia bisa selalu menemanimu selayaknya aku
Semoga dia bisa menggantikan segala perhatianku untukmu
Semoga dia bisa membuatmu cemburu seperti kau cemburu padaku

Yah aku hanya bisa mendoakan apa yang membuatmu bahagia

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...