Kau terlalu naif, sayang..
berkata kau sudah berjalan maju, tapi masih bisa kulihat seluruh curahan isi hatimu
Kau membohongi perasaanmu sendiri..
berjalan dengan ratusan wanita, tapi nyatanya mereka hanya pelarian
Kau masih sering membahasku..
Aku tau itu..
Sayang, jika kau tau..
Itu adalah bukti kau masih peduli padaku
Kau masih menyimpan rasa itu.
Jujurlah setidaknya pada perasaanmu sendiri
Bukan karena aku..
Tapi karena wanita yang bersamamu saat ini
Kau berkata akan selalu menerimaku kembali
Lalu bagaimana dengan wanitamu saat ini?
Apa kau tega hanya menjadikannya sebagai pelarian?
Hanya agar kau bisa membalasku?
Hanya untuk membunuh sepimu..
Memberimu perhatian..
Jangan kau kembali menjadi dirimu yang dulu
Tapi jika memang dia sudah menjadi pilihanmu..
Aku hanya berharap..
semoga dia mengerti segala keinginanmu
Semoga dia bisa merawatmu seperti aku
Semoga dia tau setiap penyebab sakit kepalamu
Semoga dia tau apa yang sebaiknya kau makan..apa makanan favoritmu..bagaimana pola makanmu
Semoga dia bisa mendengarkan segala keluh kesahmu
Semoga dia bisa selalu menemanimu selayaknya aku
Semoga dia bisa menggantikan segala perhatianku untukmu
Semoga dia bisa membuatmu cemburu seperti kau cemburu padaku
Yah aku hanya bisa mendoakan apa yang membuatmu bahagia