Pagi untuk mencintaimu
Dirimu tak terganti
Meski hari berganti
Mentari pagi terus bergerak ke ufuk barat
Hingga bertemu bulannya
Malam semakin dingin ketika aku semakin merindumu..
Kamu lebur hujan dan badai Ke dalam kata
Aku basah kuyup tak jera menggigil karena merindukanmu..
Sepi, sunyi, sendiri
Jiwaku kosong
Relung hati tak berpenghuni
Malam mendingin
Disetiap malam saat aku merindukanmu
Dinginnya malam menusuk tulang
Saat jemari kita tak dapat bersentuhan
Kesepian mendramatisir
Saat aku tak dipelukanmu, saat kau tak membelai rambutku
Nafasku terhenti diujung tenggorokan
Saatku mendengar suaramu
Aku kuat menahan sakitnya merindukanmu daripada sakit untuk melupakanmu
No comments:
Post a Comment