Minggu 8 febuari 2015, ketika aku berfikir semuanya telah berakhir, Kamu tiba-tiba datang kembali membawa kehangatan yang selalu kau beri.
Dua hari kujalani seperti biasa saat kau disisiku, Kita saling bertukar kata-kata manis disetiap pesan yang terkirim. Namun nyatanya aku salah mengartikan semua kebaikanmu. Semua itu ternyata hanya sesaat. Kamu tiba-tiba menghilang setelah kamu mengucapkan selamat malam dengan begitu manisnya. Kamu pergi tanpa alasan setelah sempat mengatakan "kekasihku" padaku disaat hubungan kita tak jelas apa.
Mungkin memang salahku yang terlalu mengharapkan semuanya. Mungkin aku yang salah mengartikan hangatnya pelukanmu. Mungkin aku terlalu terbuai dengan kata rindumu. Mungkin salahku yang terlalu merindukan kecupan dikeningku, hingga aku begitu mudahnya kembali padamu. Hingga kau begitu mudahnya menyakitiku kembali. Meninggalkanku begitu saja tanpa alasan tanpa sepatah kata pun. Kamu kira hatiku ini apa? Batu? Atau mainan yang seenaknya bisa kau kendalikan? Semudah itu kau meninggalkanku seperti sampah.
Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas semua harapan kosong yang kau berikan. Terimakasih telah memperpanjang kebahagianku walau hanya sesaat.
No comments:
Post a Comment