Wednesday, June 8, 2016

Naif

Kau terlalu naif, sayang..
berkata kau sudah berjalan maju, tapi masih bisa kulihat seluruh curahan isi hatimu

Kau membohongi perasaanmu sendiri..
berjalan dengan ratusan wanita, tapi nyatanya mereka hanya pelarian

Kau masih sering membahasku..
Aku tau itu..
Sayang, jika kau tau..
Itu adalah bukti kau masih peduli padaku
Kau masih menyimpan rasa itu.

Jujurlah setidaknya pada perasaanmu sendiri
Bukan karena aku..
Tapi karena wanita yang bersamamu saat ini

Kau berkata akan selalu menerimaku kembali
Lalu bagaimana dengan wanitamu saat ini?

Apa kau tega hanya menjadikannya sebagai pelarian?
Hanya agar kau bisa membalasku?
Hanya untuk membunuh sepimu..
Memberimu perhatian..

Jangan kau kembali menjadi dirimu yang dulu

Tapi jika memang dia sudah menjadi pilihanmu..

Aku hanya berharap..
semoga dia mengerti segala keinginanmu
Semoga dia bisa merawatmu seperti aku
Semoga dia tau setiap penyebab sakit kepalamu
Semoga dia tau apa yang sebaiknya kau makan..apa makanan favoritmu..bagaimana pola makanmu
Semoga dia bisa mendengarkan segala keluh kesahmu
Semoga dia bisa selalu menemanimu selayaknya aku
Semoga dia bisa menggantikan segala perhatianku untukmu
Semoga dia bisa membuatmu cemburu seperti kau cemburu padaku

Yah aku hanya bisa mendoakan apa yang membuatmu bahagia

No comments:

Post a Comment

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...