Thursday, March 8, 2018

Akhir (part 1)

Akhirnya berakhir sudah segala cerita tentang kau dan aku.
Takkan lagi ada perdebatan karena perbedaan yang menjulang tinggi antara kita.
Takkan ada lagi tangis diantara kita.
Karena sesungguhnya aku pun sudah tak bisa lagi menangis atau marah,
yang ada hanyalah kecewa.

Sayang..
bukan aku tak lagi mencitaimu,
Tapi disaat aku mati-matian mengubur segala hal buruk tentangmu, tentang hubungan kita,
kau justru mati-matian menarik keluar segala hal buruk tentangku, tentang hubungan kita.
Disaat aku mati-matian membangun hubungan kita, kau justru mati-matian merusak segalanya.
Disaat aku mati-matian menyelamatkan apa yang tersisa diantara kita, kau justru mati-matian membuang segalanya.

Akhirnya aku sadar..
Tak ada gunanya lagi mempertahankan kita, jika segala yang kau pikirkan hanyalah kamu.
Takutmu.
Senangmu.
Sakitmu.
Hingga saat terakhir aku memberimu kesempatan, yang kau pikirkan masihlah dirimu.

Tak mau bertepuk sebelah tangan, jawabmu.
Sia-sia lah sudah segala yang sudah kita bangun selama ini.
Sia-sia lah sudah segala yang sudah aku pertahankan selama ini.
Hanya karena egomu yang tak ingin berjuang seorang diri.

Lalu apa kau pikir yang aku lakukan selama ini?
Berulang kali memaafkanmu
Melawan logikaku sendiri
Tak pernah berhenti bercerita tentang apa yang baik untuk kita.
Seperti perempuan bodoh yang tak bisa mencari penggantimu.
Padahal kau tak pernah mengerti.

No comments:

Post a Comment

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...