Saturday, March 2, 2019

01.01

Sudah lewat tengah malam saat aku menuliskan ini.
Aku baru saja menyelesaikan revisi skripsiku yang sebenernya tidak pernah selesai juga.
Ditengah kesibukanku membaca jurnal demi jurnal aku teringat ucapanmu malam tadi.

Ya, ucapanmu saat kita berboncengan di sepeda motormu yang sudah mulai tua.
Ditengah jalanan malam Bandung yang diguyur hujan tak kunjung reda,
Kau tiba-tiba saja berkata bahwa kau rindu aku menulis tentangmu.
Lucu memang. baru kali ini ada pria yang menginginkanku menuliskan sesuatu tentangnya.
Sifat manjamu sudah melebihi keponakanku. tapi aku suka. meskipun terkadang menyebalkan

Sayang, asal kau tau aku lebih sering menulis saat perasaanku kacau tak karuan.
Apa kau tau? sejak awal bersamamu aku tak pernah merasakannya lagi.

"lantas mengapa tak menuliskan kebahagiaan denganku?" aku tau kalimat itu akan kau lontarkan saat membaca tulisan ini.

Sayang. aku pernah menuliskannya sekali. kau pun tau itu.
Kurasa semua itu cukup untuk mewakili semua perasaanku untukmu.
Bahagiaku denganmu tak butuh rangkaian kata. aku pun tak tau bagaimana lagi menuliskannya.
Yang ku tau, hanya saat bersamamu aku bisa tertawa meskipun tengah basah kuyup di guyur hujan.

Mungkin lain kali.
Lain kali aku akan menuliskan tentangmu lagi. semoga itu tentang kebahagiaan.
Agar cerita kita tak kalah dengan milea dan dilan.

No comments:

Post a Comment

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...