Tuesday, April 19, 2016

Nikmati Cacianku

Ditengah senja saat matahari lenyap ditelan langit berlembayung..
Aku perlahan melewati jalan setapak keluar dari kampusku.
Ditengah keramaian aku merasa hening dengan jutaan caci maki dikepalaku yang menghina diriku sendiri.

Perempuan ini begitu bodoh.
Perempuan ini selalu termakan bualan manis.
Perempuan ini tak pernah belajar dari apa yang telah terjadi. bahkan hingga berkali-kali.
ya, ya aku tau..
aku memang bodoh.
menerimamu kembali setelah bersusah payah melupakanmu.
menerimamu kembali hanya untuk membiarkanmu meninggalkanku kembali.
menerimamu kembali hanya untuk melihatmu lebih memilih orang lain.
memberimu kesempatan hanya agar kau bisa mengecewakanku kembali.

Ah aku nikmati saja setiap cacian yang ku lontarkan untukku sendiri
sembari terus melangkahkan kakiku,
menikmati playlist favoritku,
sembari berharap.

Berharap yang kau pilih adalah orang yang rela meninggalkan deadline tugasnya hanya untuk menjemputmu yang sedang sakit
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau mendengarkan setiap keluh kesahmu
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau membantumu memilih yang terbaik untukmu
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau mengingatkan apa yang harus kau makan.
Berharap yang kau pilih adalah orang yang mau dengan sabar menerima limpahan kekesalanmu
berharap yang kau pilih adalah orang yang bisa lebih dewasa daripada aku

Terimakasih untuk segalanya..
untuk tawa dan air mata
Kini..
Aku takkan lagi melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya.
Semoga kau menikmati notes jar terakhir yang aku berikan.


Perempuan yang akan selalu mencintaimu.

No comments:

Post a Comment

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...