Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di mana-mana
Di udara dingin yang menyusup dibawah pintu atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh.
Di
sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan
tidak dibersihkan atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari
tangan seorang bocah.
Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong.
Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota
Seperti perpustakaan raksasa yang meleleh.
Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang
Aku
menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong saat aku pulang dengan
kamera dan kepala berisi orang-orang murung yang tidak kukenal.
Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar.
Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu.
Tidak sopan katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan.
Akhirnya kau hilang.
Kau meninggalkan aku
dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa.
Tidak Ada New York Hari Ini~
No comments:
Post a Comment