Wednesday, August 22, 2018

Kecewa

Emosi sepasang manusia menghantam segala yang telah mereka bangun.
Meski pada akhirnya selalu ada jalan untuk kembali.
Namun semua tak bisa lagi sama.

Diakhir pertengkaran kau mengatakan bahwa kau kecewa.
Meski hingga saat ini aku tak tahu apa penyebabnya,
aku tetap menerima segala kecewamu.

Kecewa katamu..
Lantas menurutmu apa perasaanku ini?
Marah. Sedih. Kecewa.
Aku hanya tak pernah mengungkapkannya.
Dan lagi, tak satupun dari perasaanku yang kau lihat bukan?
Bahkan ketika aku mati-matian melawan logikaku hanya untuk mencintaimu, sama sekali tak terlihat olehmu.

Tak apalah..
Mungkin kecewaku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena melihatmu tak seperti apa yang kupikirkan. Meskipun akhirnya masih ada yang mengganjal dalam hati.
Mungkin marahku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena melihat langkah yang ku ambil sendiri. Meskipun akhirnya tercipta jarak antara kita.
Mungkin sedihku hanyalah apa yang ku ciptakan sendiri karena membuatmu bersedih. Meskipun akhirnya yang ku pilih hanyalah bahagiamu.

Maaf jika katamu aku tak pernah memperjuangkan kita.
Sejujurnya aku hanya tak ingin terus mengecewakanmu.
Maaf jika kau tak percaya aku mencintaimu.
Sejujurnya aku hanya tak pandai menunjukan perasaanku.
Maaf jika bersamaku akhirnya hanya membuatmu bimbang.
Sejujurnya aku masih terus berdialog dengan logika.

Aku kecewa kau begitu mudah menyerah disetiap pertengkaran kita.
Aku kecewa keyakinanmu padaku hanya sebatas kata.
Aku kecewa kau bahkan tak bisa yakin pada dirimu sendiri.
Aku kecewa kau masih meragukan kita.
Aku kecewa kau senang ketika masa lalu kembali datang menghampirimu.

Tapi pada akhirnya kusimpan semua kekecewaanku sendiri.
Karena yang ku inginkan hanyalah kau bahagia tanpa tapi. tanpa ragu.
Meski itu berarti tanpa aku.

No comments:

Post a Comment

Awal Mula Kita

Hari ini setahun yang lalu.. Aku baru saja membuka pintu kamarku saat layar ponsel ku menyala dan terlihat notifikasi pesan darimu. Kau se...