Memang benar. denganmu aku mengubah semua kebiasaanku dalam perihal cinta.
Awal aku menyukaimu, semua terlihat menyenangkan.
Aku terus dibuat mabuk.
Senyum dan tawamu menghangatkan.
Menyukaimu membuatku kehilangan kewarasan.
Hari ini aku masih bertahan menyukaimu.
Membalas pesan singkatmu.
Mendengar suaramu.
Memperdebatkan hal-hal tak penting denganmu.
Sudah menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini.
Lucu memang.
Semakin dekat denganmu membuatku semakin irasional.
Aku yang tak pernah suka lelaki kekanak-anakan
justru malah tertawa melihatmu merengek seperti bocah lima tahun.
Aku yang tak pernah suka lelaki pencemburu
justru malah senang melihatmu mengomel hanya karena seorang pria mengirimiku pesan singkat.
Aku yang mengatakan bahwa selayaknya kita hanya menjadi teman
justru malah membangun komitmen denganmu.
Tak peduli kau seperti apa..
aku menyayangimu tanpa karena. tanpa sebab. tanpa syarat.
Aku mencintaimu tanpa ada rasa yang tak kuberi. tanpa ada perasaan yang terbagi.
Aku hanya ingin menjalani apa yang ingin ku jalani denganmu saat ini. tak peduli nanti bagaimana.
Tapi kata mereka ini bukan diriku.
Tapi tak apa asal aku terus bersamamu.
Biarkan rasa ini mengalir dengan sendirinya.
Biarkan rasa ini berbicara atas pengorbanannya.
Biarkan kaki ini melangkah kemana saja.
Tak apa jika kau tak percaya.
Tak apa jika akhirnya tak bahagia.
Setidaknya untuk saat ini biarkan aku mengisi ruang diantara jemari tanganmu.
Biarkan aku bermain dengan ratusan helai rambutmu.
Biarkan aku melihatmu tertawa.
Biarkan aku menjadi tempatmu bermanja-manja.
Biarkan aku menjadi tempatmu berkeluh kesah.
Semoga saat ini bisa menjadi selamanya.
No comments:
Post a Comment