Langit cerah sore itu sama sekali berntentangan dengan isi percakapan kita.
Tusukan kata bertubi-tubi menerjam hatiku sore itu.
Aku menguatkan diri sebisaku. Menahan air mata agar tak jatuh hanya untuk menguatkanmu.
Tersenyum menutupi luka hanya agar kau tetap dengan niatmu.
Meski akhirnya segala kesedihanku meluap bersama tulisan ini.
"kamu kecewa? kamu sakit hati? tolong jangan menangis." Aku hanya bisa tersenyum mendengarmu mengucapkan semua itu.
Padahal kau tau pasti bagaimana semua keputusannmu telah berhasil memporak-porandakan perasaanku.
Bagaimana mungkin aku tak kecewa dengan keputusanmu untuk menjauh hanya sesaat setelah aku mengatakan "i don't need you to save me. i need you to stand by my side as i save myself"?
Bagaimana mungkin aku tak sakit hati dengan membohongi perasaanku sendiri hanya untuk membuatmu senang?
Katamu ini bukan akhir. Melainkan awal dari kita.
Tapi sayang, kita berdua tau bahwa keputusanmu adalah awal. iya. awal dari akhir kita.
Kita hanya sama-sama tak mau mengakuinya.
Aku tak mengakuinya, karena aku tak mau menghalangi jalanmu lagi.
Kau tak mengakuinya, karena kau tak ingin aku menjauh.
Kita sama-sama egois. Mengatas namakan cinta untuk semua keinginan.
Untuk saat ini,
Jadilah baik. Buktikan semua keinginanmu agar semua sakitku tak percuma.
Aku tau ini tak mudah.
Tapi aku masih disini. masih mencoba menjadi apa inginmu.
Aku masih disini menemanimu hingga semuanya berakhir.
Biar waktu yang menjawab semuanya.
Semoga ini memang awal dari kita yang baru.
Namun jika ini memang akhirnya, aku akan tetap bahagia. Karena setidaknya aku telah melakukan sesuatu yang baik untukmu.
Maaf jika aku tak banyak bicara. Karena aku tau apa yang kau dan aku lihat perihal ini selalu tak sama.
Tapi kau tau aku selalu menghargai apa inginmu. Maka kali ini pun aku biarkan kau dengan ingimu.
Menutupi semua dengan segala kalimat kebaikan untuk kita.
Apapun akhirnya, kau harus selalu ingat ucapanku sore itu;
Everyone has their own time.
Mungkin nanti tiba saatnya kita akan berpisah. atau mungkin nanti tiba saatnya aku menjadi apa inginmu.
And everything happens for a reason.
Mungkin perjalanan panjang kita adalah untuk memperbaiki dirimu.
Perkara hati memang selalu rumit.
Aku yang tak ingin melihatmu bersedih~
No comments:
Post a Comment